top of page

Pesona Lautan Hijau dari Puncak Kebun Teh Wonosari, Lawang

  • Gambar penulis: Anseli Sili Doni
    Anseli Sili Doni
  • 1 Okt 2024
  • 5 menit membaca

Latar cerita kali ini sedikit berbeda bukan tentang Flores tetapi diajak sejenak melipir ke Kota Malang, Jawa Timur.


Cerita bermula dengan keberangkatan saya dari Kota Jakarta menuju Surabaya menggunakan Kereta Api Indonesia (KAI) dengan durasi perjalanan selama 13 jam. Sungguh melelahkan dan cukup membosankan karena terbatasnya ruang gerak, namun beberapa kali sempat terhibur karena disuguhkan pemandangan berupa persawahan yang dibalut siluet matahari terbenam. Sungguh indah dan menenangkan, jauh berbeda rasanya dengan hiruk pikuk Jakarta. Setibanya di Surabaya dan memutuskan untuk rehat sehari sebelum melakukan kembali perjalanan keesokan harinya menuju Malang. Perjalanan menuju Malang ditempuh selama 1 jam menggunakan bus patas yang dikenakan biaya Rp30.000 per orang. Tidak terasa tiba di Malang dan memutuskan untuk melipir melepas penat dengan mencicipi bakso Malang, kali ini sedikit berbeda dan tentunya gembira karena langsung mencicipinya di kota asalnya sendiri sambil ditemani cuaca kota Malang yang asri dan dingin di sore itu.


Lautan Hijau Perkebunan Teh Wonosari


Beranjak dari Kota Malang menuju Kebun Teh Wonosari yang berada di lereng gunung Arjuna tepatnya di desa Toyomarto kecamatan Singosari. Perjalanan ditempuh menggunakan taksi online dengan waktu perjalanan sekitar 45 menit. Setibanya di Kebun Teh Wonosari setiap pengunjung dikenakan tarif masuk seharga Rp15.000 per orang dikarenakan datang di hari biasa, jika pada akhir pekan pengunjung dikenakan tarif seharga Rp20.000 per orang. Kebun Teh Wonosari ini beroperasi dari pukul 07:00 WIB hingga pukul 17:00 WIB.


Setelah diarahkan masuk melalui gerbang utama, saya mulai beranjak merekam dan mengabadikan suasana disekitar, tidak terlalu padat pengunjung yang datang dihari tersebut. Karena kondisi geografisnya yang berada di dataran tinggi membuat suasana lebih terasa sejuk dan dingin. Suhu di tempat ini mencapai 19 derajat celcius, jadi disarankan bagi para pengunjung yang akan melakukan wisata ke Kebun Teh Wonosari sebaiknya selalu sedia membawa jaket atau baju yang cukup tebal untuk mengantisipasi hawa dingin di daerah kebun teh.


Pada pintu masuk pengunjung diarahkan pada beberapa papan informasi atau peta lanskap Kebun Teh Wonosari lengkap dengan penjelasan tiap-tiap area di dalamnya. Sekilas kebun teh ini telah lama didirikan sejak tahun 1910 dan merupakan salah satu peninggalan Kolonial Belanda. Luas area kebun teh sendiri berkisar 1 hektar dan berada pada ketinggian sekitar 1200 mdpl. Saat ini perkebunan teh Wonosari dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara XII. Adapun beberapa fasilitas yang disediakan di tempat wisata ini yakni:



Wahana Permainan

Selain menikmati pemandangan yang disuguhkan, pengunjung juga dapat menikmati beberapa wahana permainan yang memacu adrenalin seperti flying fox, paintball, berkuda, serta penyewaan sepeda gunung dan ATV. Bagi pengunjung yang membawa anak-anak juga dapat menikmati layanan yang tersedia pada taman bermain.


Wahana Edukasi

Terdapat fasilitas berupa pabrik teh yang juga berlokasi di dalam area perkebunan teh ini pun ikut menarik minat para pengunjung. Selain sebagai tempat wisata juga mengusung nilai edukasi bagi setiap pengunjung yang hadir, salah satu caranya yakni dengan memperkenalkan kepada para pengunjung tentang keseluruhan proses pengolahan teh dari proses pemetikan daun teh hingga proses pengemasan produk. Pengunjung yang ingin melakukan tourĀ pabrik teh dapat membayar sekitar Rp50.000.



Wahana wisata

Tentunya aspek wisata menjadi tujuan utama dari tempat ini. Saya ikut menikmati suasana perkebunan teh yang asri sembari berolahraga kecil menyusuri tea walk. Beberapa spot-spot foto menarik tersedia seperti Bukit Kuneer yang menjadi tempat favorit para pengunjung untuk berlomba-lomba mengabadikan momen dari ketinggian. Terdapat fasilitas kolam air hangat, toko souvenir, café serta penginapan yang semakin menunjang fungsi wisata tempat ini. Pengunjung bisa melakukan kegiatan camping pada tempat yang telah disediakan, selain itu tempat ini pun dapat dijadikan sebagai wedding venue atau tempat resepsi pernikahan bagi yang menyukai konsep pernikahan outdoor dengan tema berbalut alam.


Agrowisata ini sangat kaya akan potensi yang diolah sedemikian rupa dengan menggabungkan beberapa fungsi menjadi suatu kawasan yang terpadu. Terletak di lereng Gunung Arjuno menjadikan pemandangan kebun teh ini menjadi sangat iconicĀ dan tak terlupakan.



Rasa penasaran ingin mengunjungi spot-spot menarik di tempat ini semakin tinggi, saya pun memutuskan menuju Bukit Kuneer. Lumayan penat dan meletihkan karena jalur yang ditempuh menanjak dan berbatu. Aroma daun teh turut merelaksasi iringan langkah kaki yang jarang berolahraga ini. Kiri dan kanan jalur diapit rapat oleh pepohonan hijau yang tinggi menjulang. Sesekali saya mendapati ibu-ibu yang sedang asik memetik daun teh sambil bercengkrama satu sama lain. Lelah terbayar sudah ketika tiba di puncak Bukit Kuneer. Ternyata benar adanya bahwa bukit ini menjadi spot andalan tiap pengunjung yang mampir, bagaimana tidak dari ketinggian ini kita bisa menyaksikan kemegahan karya Sang Pencipta.

Sebuah mahakarya luar biasa lewat hamparan kebun teh yang berbaur dengan selimut kabut tipis dan dibingkai indah dengan kehadiran gunung Arjuna dibelakangnya.


Setibanya di Bukit Kuneer ini saya kembali membayar karcis masuk sebesar Rp10.000 per orang untuk dapat menikmati fasilitas yang ada didalamnya. Fasilitas yang disediakan di Bukit Kuneer ini beragam seperti jembatan kayu, gapura berbentuk hati, dan beberapa rumah kayu yang dibuat diatas pohon. Meskipun berada di ketinggian fasilitas servis yang disediakan sangatlah lengkap seperti area toilet pria dan wanita serta lopo atau pondok kecil untuk beristirahat.


Sambil menikmati keindahan alam ini, saya juga menyempatkan untuk mengambil beberapa gambar dan video sebagai kenangan akan pesona kebun teh yang indah ini, manakala di lain kesempatan saya bisa kembali mengunjungi tempat ini. Tiada berhenti rasa syukur yang saya ucapkan berulang kali ketika terpana melihat hamparan laut hijau dari atas Bukit Kuneer ini. Sungguh indah, sejuk dan damai sekali rasanya.


Adapun beberapa peraturan yang harus ditaati oleh pengunjung yang datang dan saya rasa ini merupakan salah satu cara para pengelola kebun teh tetap menjaga kelestariannya. Beberapa aturan diantaranya yakni larangan untuk tidak memetik secara sembarang daun teh disaat tidak ada instruksi dari pemandu atau pengelola setempat, serta yang terutama pengunjung juga harus selalu menjaga kebersihan lingkungan di setiap area kebun teh.



Setelah puas berfoto-foto saya memutuskan kembali turun. Kali ini tidak terasa melelahkan karena jalannya menurun. Ā Setibanya di gapura utama saya segera memesan taksi online untuk kembali ke kota Malang. Namun ternyata sangat sulit dan tidak ada kendaraan online yang mau mengambil rute perjalanan dari kebun teh ini dikarenakan jaraknya cukup jauh dari pusat kota. Saya pun memberanikan diri bertanya pada petugas keamanan kebun teh yang sedang berjaga, menurutnya memang untuk menjangkau taksi online sangat susah di tempat ini, biasanya para pengunjung yang datang menggunakan kendaraan pribadi. Saya diberi saran untuk berjalan sekitar 500 meter ke arah luar perkebunan teh ini untuk bisa menemukan perkampungan yang cukup dekat dari tempat wisata ini sehingga lebih mudah mencari taksi online. Saya pun bergegas jalan kaki dan mengikuti sarannya, untung saja masih bisa menemukan taksi yang ingin mengambil orderan saya walaupun dikenai biaya tambahan dikarenakan jarak yang cukup jauh untuk menjemput saya. Menjadi suatu pembelajaran baru jika ingin ke tempat wisata yang jauh dari pusat kota sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi untuk meminimalisir kejadian seperti yang saya alami.


Sekian perjalanan panjang dari barat Jawa hingga timur, demi menyaksikan satu dari ribuan destinasi di Indonesia yang benar-benar memukau, terima kasih Wonosari dan pesona kebun tehnya yang juara.


Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


bottom of page